Jumat, 13 Juni 2014

Laprak 9 Insecta


PRAKTIKUM IX

Topik : Insecta
Tujuan : Mengenal bagian-bagian tubuh dari Insecta.
Hari/Tanggal : Kamis/24 Mei 2014
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.
I.   ALAT DAN BAHAN
A. ALAT :
1. Lup
2. Pinset
3. Cawan petri
4. Kaca arloji
5. Baki/nampan
B. BAHAN :
1. Kupu-kupu (Papylio polyxenes)
2. Semut Merah (Oecophylla sp)
3. Semut Hitam (Camponotus carnelinus)
4. Belalang (Disosteria carolina)
5. Capung (Libellula sp)
6. Laba-laba (Nephila maculata)

II. CARA KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Mengamati bagian ventral dan bagian dorsal tubuh kupu-kupu dengan sayap terentang. Menggambar dan memberi keterangan.
3. Mengamati semut serta membandingkan perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh semut merah dengan semut hitam.
4. Mengamati dan menggambar morfologi hewan-hewan selain kupu-kupu dan semut pada bagian dorsal dan ventral.
5. Memberi keterangan gambar.
III. TEORI DASAR
Tubuh serangga terdiri atas tiga tagmata, yaitu : kepala, toraks dan abdomen. Kepala memiliki empat pasang embelan, yang pertama adalah antena yang berasal dari bagian praoral kepala, yang berikutnya berturut-turut adalah mandibula, maksila pertama dan maksila kedua. Mandibula tampak sebagai struktur tunggal, sedangkan kedua pasang maksila memiliki juluran bersendi-sendi yang disebut palpi. Pangkal maksila kedua berfungsi membentuk struktur yang disebut labium atau bibir bawah, dan palpinya disebut palpi labialis. Labrum atau bibir atas yang terletak di depan mulut dan bersendi ke suatu bagian kepala yang disebut klipeus, tidak berasal dari embelan. Struktur lain yang juga tidak ada kaitannya dengan embelan adalah hipofarings yang merupakan juluran persis dibelakang mulut.
Toraks terdiri atas ruas-ruas yang biasanya disebut protoraks, mesotoraks dan metatoraks, masing-masing memiliki kaki, jika sayap ada letaknya di ruas kedua dan ketiga toraks. Kaki serangga, sebagaimana arthropoda lain, juga terdiri atas beberapa ruas yang terpisah-pisah oleh sendi-sendi. Ruas paling pangkal adalah koksa, diikuti oleh trokanter, femeur, tibia dan tarsus.
Abdomen pada dasarnya mempunyai 11 ruas, secara umum ruas abdomen berbeda dari ruas thoraks. Ruas abdomen ke-10 kadang-kadang memiliki embelan serkus.
Insecta atau serangga disebut juga dengan Hexapoda merupakan kelas terbesar dalam Arthropoda. Merupakan invertebrata yang hidup di tempat yang kering dan dapat terbang. Adanya sistem trachea insecta dapat bernafas di udara. Kemampuan terbang menolong insecta dalam mencari makan, bertemu dengan jenis kelamin lain, menghindarkan diri dari tangkapan musuh. Siklus hidup yang pendek menyebabkan berkembang biaknya cepat sekali pada keadaan yang menguntungkan. Habitat insecta di semua tempat, kecuali di laut. Sebagian hidup di dalam air tawar, tanah lumpur, parasit pada macam-macam tumbuhan atau hewan lainnya. Makanan insecta bermacam-macam, misalnya bagian tanaman yang berupa akar, batang dan daun, buah-buhan, biji, serta butir tepung sari dari tanaman. Cabang ilmu yang mempelajari insecta disebut dengan Entomology.

IV. HASIL PENGAMATAN
1. Kupu-kupu (Papylio polyxenea)










Bagian dorsal



K







keterangan:

1. Kepala
2. Antena
3. Sayap
4. Kaki
5. Mulut
6. abdomen
7. Mata


     Bagian Ventral









Keterangan:

1. Kepala
2. Antena
3. Sayap
4. Kaki
5. Mulut
6. Abdomen
7. Mata
                   Berdasarkan Literatur

Keterangan:
1. Kepala
2. Mata
3. Antena
4. Mulut
5. Sayap
6. Abdomen
7. Kaki



Sumber :
http://www.insectariumvirtual.com/galeria/data/thumbnails/1138/cardado

2. Laba-laba  (Nephila maculata)









   








  Berdasarkan literatur
                     



keterangan :
1. Kaki
2. Thorax
3. anthena

Sumber: http;//www.jhbjbvhbjjhjvgj-images.com

3. Semut Merah (Oecophylla sp)






                         













Keterangan:
1. Kaki
2. Abdomen
3. Antenna





Berdasarkan literatur:

Sumber: http://www.animaldiversity.com
http://perso.orange.fr/zonatus/Collection/Cones_.html
Keterangan:
1. Kaki
2. Abdomen
3. Antenna

4. Semut Hitam (Camponotus carnelinus)








Keterangan:
1. Kaki
2. Abdomen
3. Antenna











Berdasarkan literatur
           
Sumber: http://www.animaldiversity.com
Keterangan:
1. Kaki
2. Abdomen
3. Antenna





5. Belalang (Disosteria carolina)









                               

Bagian Dorsal
keterangan :
1. Kaki
2. Thorax
3. Anthena
4. Abdomen



Bagian Ventral








                               
Berdasarkan Literatur








Sumber:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/Belalang_kawin.jpg
keterangan :
1. Kaki
2. Thorax
3. Anthena
4. Abdomen

6. Capung (Libellula sp)









keterangan :
1. Kaki
2. Thorax
3. anthena
Bagian Dorsal
keterangan :
1. Kaki
2. Thorax
3. Anthena
4. Mata
5. Sayap



                                    Bagian Ventral

Keterangan:







                         
                                Menurut Literatur







Sumber :
http://www.butterflyutopia.com/BIG/036A_dragonfly.jpg
V.   ANALISIS DATA
1.   Kupu-kupu (Papylio polyxenea)
Klasifikasi
      Kingdom          :  Animalia
      Phylum             :  Arthropoda
      Classis              :  Insecta
      Ordo                 :  Lepidoptera
      Familia             :  Papilionidae
      Genus               :  Poplyleo
      Species             :  Poplyleo polyxenes
      Sumber             : (Maskoeri, jasin,. 1987)
Kupu-kupu ini termasuk kedalam Sub ordo Rhopalocera dan famili Papilionidae karena mulut mempunyai proboscis siphon, antena membesar pada ujung. Tidak mempunyai ocelli. Pembuluh darah tidak sama antara sayap muka dengan sayap belakang. Pada waktu istirahat sayap tertutup vertikal di atas tubuh; Diurnal (mencari makan pada siang hari), kupu-kupu pada jenis ini mempunyai ukuran tubuh antara 125 mm. Kupu-kupu ini juga mempunyai warna yang menyolok. Juga mempunyai ekor yang terjulur ke belakang yang terletak di antara sayap. Kupu-kupu mempunyai sayap yang besar bersisik dan membentuk pola warna. Terdapat antena yang panjang pada bagian kepala, bervariasi, seperti pemukul, berbulu dan sebagainya. Antena tergulung rapi di bawah kepala. Alat mulut untuk mengisap, biasanya tidak ada mandibula. Maksila bersatu membentuk proboscis. Kaki sama, biasanya tarsi beruas lima. Metamorfosis kupu-kupu adalah metamorfosis sempurna, larvanya berupa ulat dengan alat mulut untuk menggigit, dengan 2 kelenjar sutera untuk membuat kokon.
Kupu-kupu serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau 'serangga bersayap sisik' (lepis, sisik dan pteron, sayap). Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya biasanya memiliki warna yang indah cemerlang Kupu-kupu umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung, dan tanah basah.
Berbeda dengan kupu-kupu, ulat hidup terutama dengan memakan daun-daunan. Ulat-ulat ini sangat rakus, akan tetapi umumnya masing-masing jenis ulat berspesialisasi memakan daun dari jenis-jenis tumbuhan yang tertentu saja. Sehingga kehadiran suatu jenis kupu-kupu di suatu tempat, juga ditentukan oleh ketersediaan tumbuhan yang menjadi inang dari ulatnya.
Kupu-kupu dan ngengat dikenal sebagai hewan penyerbuk, yang membantu bunga-bunga berkembang menjadi buah. Sehingga bagi petani, dan orang pada umumnya, kupu-kupu ini sangat bermanfaat.

2.  Semut Merah (Oecophylla sp)
Klasifikasi
Kingdom          :  Animalia
      Phylum             :  Arthropoda
      Classis              :  Insecta
      Ordo                 :  Hymenoptera
      Familia             :  Formicidae
      Genus               :  Oecophylla
      Species             : Oecophylla sp
      Sumber            : (Maskoeri,  1987)
Semut ini termasuk ke dalam genus Oecophylla karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut : memiliki warna merah kehitaman (Orange dengan abdomen bergaris kehitaman) dan memiliki ukuran tubuh panjang 1-2 cm yang dilengkapi dengan protonom yang melebar. Tubuh dari jenis ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen. Bentuk abdomen bulat 4 segmen dan bentuk mulut runcing serta memiliki tipe mulut penghisap dan penggigit.
Pada bagian kepala terdapat sepasang antenna yang variable dan matasitor dan mulut. Mulut berfungsi sebagai alat untuk mengunyah dan menjilat. Metamorfosis pada jenis ini adalah metamorfosis yang sempurna.. Makanan dari jenis ini sebagian besar adalah berasal dari insecta kecil lainnya, dan juga nektar. Biasanya orang Indonesia menyebut semut ini sebagai semut karerangga atau semut rang-rang, karena biasanya membangun sarang di daun-daun pohon.
Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh semut, seperti serangga lainnya, memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor. Semut, layaknya serangga lainnya, memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi. [8] Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, bahkan beberapa jenis dari mereka buta. Namun, beberapa spesies semut, semisal semut bulldog Australia, memiliki penglihatan yang baik. Pada kepalanya juga terdapat sepasang antena yang membantu semut mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.
Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.
Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies semut seperti [[Formica yessensis]] memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.



3.  Semut Hitam (Camponotus carnelinus)
Klasifikasi
      Kingdom          :  Animalia
      Phylum             :  Arthropoda
      Classis              :  Insecta
      Ordo                 :  Hymenoptera
      Familia             :  Formicidae
      Genus               :  Camponotus
   Species             :  Camponotus carnelius
      Sumber             : (Hegner, 1968)
Semut ini termasuk kedalam genus Camponotus karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut : memiliki warna hitam dan coklat memiliki ukuran tubuh panjang 0,2 - 0,3 cm, tubuh berwarna hitam pekat, bentuk abdomen lonjong dan bulat tumpul, memiliki bentuk mulut yang bulat serta memiliki tipe mulut penghisap.
Tubuh dari jenis ini terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, thorax dan abdomen. Pada bagian kepala terdapat sepasang antenna yang variable dan matasitor dan mulut. Mulut berfungsi dari jenis ini berfungsi sebagai alat untuk mengunyah dan menjilat. Makanan dari jenis ini sisa-sisa zat yang telah mati dan dengan menghisap sar-sari madu dari tanaman.

4. Laba-laba (Nephila maculata)
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum         : Arthropoda
Sub phylum : Chelicarata
Classis             : Arachnida
Ordo             : Araneida
Familia           : Nephilidae
Genus             : Nephila
Species           : Nephila maculata
Sumber  (Hegner & Engemann.1968)
Nephila maculata mempunyai tubuh yang terdiri dari sefalotoraks dan abdomen. Hewan ini mempunyai delapan (4 pasang) kaki. Pada cephalothoraks terdapat alat tambahan, yaitu enam pasang alat tambahan yaitu satu pasangkelisera yang mengandung racun , sepasang pedipalpus. Opisthosoma merupakan bagian yang tidak bersegmen, dilengkapi dengan 3 pasang pemintal.
Penutup prosoma berupa karapaks yang dilengkapi dengan 8 mata dorsal dan 6 pasang embel-embel. Chelicerate merupakan bagian yang mengandung kelenjar racun. Makanannya berupa serangga yang dibunuhnya atau terjerat. Alat ekskresi dilengkapi dengan saluran malphigi dan kelenjar coxal. Alat reproduksinya terpisah.

5.  Belalang (Disosteria carolina)
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Orthoptera
Family : Locuctidae
Genus : Disosteria
Species : Disosteria carolina
Sumber : (Maskoeri, 1987)
Tubuh belalang terdiri dari exoskeleton yang membungkus system organ yang lunak sebelah dalam. Exoxkeleton ini merupakan kutikula yang tersusun atas kitin dan terbagi atas buku-buku. Tubuh belalang terdiri  atas tiga bagian, yaitu:
a. Chepal, bagian ini tersusun atas enam buku yang menjadi satu.
b. Thorax, terdiri atas bagian anterior yang besar yang disebut prothorax, bagian tengah disebut mesothorax, dan bagian belakang yang disebut metathorax. Thorax tersusun atas tiga buku dengan kaki dan sayap.
c. Abdomen, yang gilik terdiri atas 11 buku, dan buku ujung belakang mengalami modifikasi sehubungan dengan keperluan mengadakan kopulasi dan pelekatan telur.
Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor pendek. Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen (disebut stridulasi), atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang. Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

6.  Capung (Libellula sp)
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Ordo : Orthoptera
Family : Blattidae
Genus : Libellula
Species : Libellula sp
Sumber : (Maskoeri, 1987)
Capung memiliki tubuh yang besar dan panjang. Kepalanya dapat digerakkan dengan bebas dengan mata besar yang terdiri dari 30.000 omatidia. Libellula sp memiliki sayap belakang besar pada belakang (dasar) terentang pada waktu istirahat. Bersayap membran dua pasang yang mengandung vena melintang yang kompleks, predacius, kaki digunakan untuk menangkap insecta lainnya hanya pada waktu terbang, tidak untuk berjalan. Kawin di udara, larvanya hidup dalam air karena terdapat insang pada rectum. Metamorfosisnya bertingkat (sempurna).
Capung adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Serangga ini jarang berada jauh-jauh dari air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra-dewasa anak-anaknya. Namanya dalam bahasa daerah adalah papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang (Jw.), kasasiur (bjn).
Capung (subordo Anisoptera) umumnya bertubuh relatif besar dan hinggap dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping. Capung menyebar luas, di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah dan lingkungan perkotaan. Ditemukan mulai dari tepi pantai hingga ketinggian lebih dari 3.000 m dpl. Beberapa jenisnya, umumnya jenis capung, merupakan penerbang yang kuat dan luas wilayah jelajahnya. Beberapa jenis yang lain memiliki habitat yang spesifik dan wilayah hidup yang sempit.
Siklus hidup capung, dari telur hingga mati setelah dewasa, bervariasi antara enam bulan hingga maksimal enam atau tujuh tahun. Capung meletakkan telurnya pada tetumbuhan yang berada di air. Ada jenis yang senang dengan air menggenang, namun ada pula jenis yang senang menaruh telurnya di air yang agak deras. Setelah menetas, tempayak (larva) capung hidup dan berkembang di dasar perairan, mengalami metamorfosis menjadi nimfa, dan akhirnya keluar dari air sebagai capung dewasa.
Sebagian besar siklus hidup capung dihabiskan dalam bentuk nimfa, di bawah permukaan air, dengan menggunakan insang internal untuk bernafas. Tempayak dan nimfa capung hidup sebagai hewan karnivora yang ganas. Nimfa capung yang berukuran besar bahkan dapat memburu dan memangsa berudu dan anak ikan. Setelah dewasa, capung hanya mampu hidup maksimal selama empat bulan.









Perubahan Bentuk (Metamorfosis) Capung :

























 
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Capung

Keterangan gambar metamofosis capung :
(1). Sang betina melilitkan kakinya di sekitar ekor capung jantan. Pejantan dengan menggunakan sambungan khusus di ekornya.
(2)  Membersihkan mani yang mungkin tertinggal dari pejantan lain. Kemudian, dia memasukkan maninya ke dalam rongga kelamin sang betina. Karena peristiwa ini memakan waktu berjam-jam, mereka kadangkala terbang dalam posisi berhimpitan. Capung meninggalkan telur dewasa di kedangkalan danau atau kolam.
(3). Saat kepompong menetas dari telur, kepompong tinggal di dalam air selama tiga sampai empat tahun.
(4). Selama masa tersebut, kepompong juga makan di dalam air.
(5). Capung diciptakan dengan tubuh yang mampu berenang cepat untuk dapat menangkap ikan dan menjepitnya dengan cukup kuat untuk mencabik-cabik mangsanya. Dengan tumbuhnya kepompong, kulit yang membungkus tubuhnya menguat. Ia melepaskan kulit tersebut dalam empat masa yang berbeda. Ketika sampai pada perubahan terakhir, ia meninggalkan air dan mulai mendaki tumbuhan tinggi atau batu.
(6). Capung mendaki hingga kakinya terpancang kokoh. Kemudian, ia melindungi dirinya sendiri dengan bantuan penjepit di ujung kaki-kakinya. Sekali terpeleset dan terjatuh berarti kematian pada saat itu.
(7) Punggung kepompong pertama-tama terbelah. Belahan itu melebar dan menjadi celah terbuka, tempat makhluk baru yang sangat berbeda dari bentuk sebelumnya, berjuang untuk keluar. Tubuh yang sangat rentan ini dilindungi dengan ikatan yang ditarik dari makhluk sebelumnya.
(8) Ikatan ini diciptakan mempunyai kebeningan dan kelenturan yang sempurna. Jika tidak demikian ikatan akan putus dan tidak bisa dibawa, yang bisa berarti bahwa ulat tersebut dapat terjatuh ke dalam air dan mati. Di samping itu, terdapat serangkaian cara khusus yang membantu capung memecahkan kulit kepompongnya. Tubuh capung menyusut dan mengeriput di dalam tubuh lamanya. Untuk “membuka” kepompong tersebut, suatu sistem pompa dan cairan tubuh khusus diciptakan untuk digunakan pada proses ini. Bagian tubuh yang mengeriput ini menggembung dengan memompakan cairan tubuhnya setelah berhasil keluar dari celah kepompong.
(9). Sementara itu, larutan-larutan kimiawi mulai memutus ikatan antara kaki baru dengan kaki lama tanpa merusaknya. Proses ini sangat sempurna meskipun akan menimbulkan kerusakan seandainya satu kaki terjebak. Kaki-kaki tersebut dibiarkan mengering dan mengeras selama sekitar dua puluh menit sebelum digunakan. Sayap-sayapnya sudah terbentuk sempurna namun masih dalam keadaan terlipat. Cairan tubuh dipompakan dengan pengerutan tubuh yang kuat ke dalam jaringan sayap.
(10). Sayap tersebut mengering setelah meregang.
(11). Akhirnya capung mencapai bentuk yang dirancang untuk terbang.  
(12). Capung memompakan kelebihan cairan keluar, untuk menyeimbangkan sistemnya. Metamorfosis selesai dan capung siap mengudara.
























VI. KESIMPULAN
1. Insecta atau serangga disebut juga dengan Hexapoda merupakan kelas terbesar dalam Arthropoda, beranggotakan kurang lebih 675.000 species yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
2. Bagian tubuh insecta terdiri dari kepala, dada, dan perut.
3. Morfologi semut berbeda pada setiap spesiesnya, perbedaannya dapat dilihat dari warna tubuhnya, bentuk abdomennya, ukuran tubuhnya serta tipe mulutnya.
4. Tipe mulut dari semut adalah mengunyah dan menjilat serta memakan makanan dari jenis ini sisa-sisa zat yang telah mati, beberapa prodiacios dan beberapa biji-bijian.
5. Adapun morfologi dari beberapa serangga yang diamati pada saat praktikum adalah
a. Semut memiliki ukuran tubuh yang bermacam-macam dan warna yang bervariasi yang terdiri atas antena, kepala, thorax, serta abdomen yang memiliki 3 pasang kaki. Ada 2 jenis semut yang diamati yaitu Oecophylla sp dan Camponotus carnelius.
b. Kupu-kupu terdapat sepasang antenna yang membesar pada bagian ujungnya, memiliki sayap yang bersisik dan pola yang berwarna.
c. Tubuh belalang terdiri dari tiga bagian yaitu Chepal, Thorax dan Abdomen.
d. Capung memiliki ciri-ciri bersayap membran dua pasang yang mengandung vena melintang yang kompleks, predacius, kaki digunakan untuk menangkap insecta lainnya hanya pada waktu terbang, tidak untuk berjalan.






VII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim.A.2014.http://www.insectariumvirtual.com/galeria/data/thumbnails/1138/cardado Diakses pada 20 Mei 2014
Anonim.B. http;//www.jhbjbvhbjjhjvgj-images.com 2014. Diakses pada 20 Mei 2014
Anonim.C.2014. http://www.animaldiversity.comDiakses pada 20 Mei 2014
Anonim.D.2014.http://perso.orange.fr/zonatus/Collection/Cones_.html Diakses pada 20 Mei 2014
Anonim.E. http://www.animaldiversity.com2014. Diakses pada 20 Mei 2014
Anonim.F.2014.http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/95/Belalang_kawin.jpg Diakses pada 20 Mei 2014
Anonim.G.2014.http://www.butterflyutopia.com/BIG/036A_dragonfly.jpg Diakses pada 20 Mei 2014
Anonim.H.2014. http://id.wikipedia.org/wiki/Capung Diakses pada 20 Mei 2014
Halang, Bunda. dkk. 2014. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.
Hegner, Robert W. & Engemann, Joseph G. 1968. Invertebrate Zoology. The Macmillan Company. New York.
Jasin, Maskoeri. 1984. Sistematika Hewan Invertebrata dan vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya.
Radiopoetra. 1968. Zoologi. Erlangga : Jakarta.
Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Alfabeta: Ciamis.
Verma, PS. 2002. A Manual of Practical Zoology Invertebrata. S. Chand    and Company LTD. New Delhi.

Laprak 8 Arthropoda


PRAKTIKUM VIII

Topik :  Arthropoda
Tujuan           :  Mengenal ciri-ciri umum phylum Arthropoda dan membedakan
  kelompok-kelompok utama Arthropoda.
Hari / tanggal :  Kamis/ 17 April 2014
Tempat :  Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin


I. ALAT DAN BAHAN
A. Alat-alat :
1. Lup
2. Cawan petri
3. Bak paraffin/baki
4. Eter (obat bius) dan kapas.
5. Mikroskop stereo

B. Bahan-bahan :
1. Udang galah (Cambarus viridis)
2. Belangkas (Limulus polycephalus)
3. Lipan (Scolopendra morsitans)
4. Kaki seribu ( Julus virgatus)
5. Kecoa (Periplaneta americana)

II. CARA KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Jika hewan yang tersedia masih hidup, sebaiknya hewan tersebut dimatikan terlebih dahulu. Memberikan eter (obat bius) pada lipan, kaki seribu dan kecoa agar mempermudah dalam mengamati morfologinya. Meletakkan lipas, lipan, kecoa pada cawan petri lalu memberikan obat bius dengan menggunakan kapas.
3. Mengamati satu persatu hewan yang tersedia. Membuat gambar sketsa (bukan lukisan) pada hewan yang kita amati dengan embelan yang tampak
a. Belangkas, laba-laba, lipan, kaki seribu, dan lipas mengamatinya dari arah dorsal.
b. Udang mengamatinya dari arah lateral.
4. Menentukan kelas-kelas hewan yang diamati dengan kunci mengidentifikasi Arthropoda.

III. TEORI DASAR
Arthropoda merupakan filum terbesar dalam kerajaan Animalia. Dari sekitar 1.250.000 species hewan yang telah dikenal dan dideskripsikan, 1.000.000 diantaranya adalah Arthropoda. Dengan demikian, filum ini mencakup sekitar 80 % dari semua jenis hewan yang telah dikenal saat ini. Ini menggambarkan bahwa filum ini merupakan kelompok hewan yang paling berhasil menghuni planet bumi.
Sebagai hasil dari daya adaptasi yang tinggi, Arthropoda telah menyebar ke seluruh bagian bumi, baik daratan maupun perairan, yang suhunya diatas titik beku dalam jangka waktu yang cukup lama untuk memmungkinkan perkembangbiakan. Karena itu, anggota filum ini amat mudah dijumpai di darat, perairan tawar, maupun laut. Selain itu, filum Arthropoda juga mencakup satu-satunya kelompok hewan invertebrata yang dapat terbang.
Arthropoda merupakan hewan tubuhnya bersegmen-segmen. Ada tiga ciri khas Arthropoda yang dapat dilihat dari luar. Pertama adalah embelan yang berbuku-buku yang muncul berpasangan dari sebagian atau semua segmen tubuh. Yang kedua adalah organisasi segmen-segmen ke dalam bagian-bagian tubuh yang disebut tagmata (tunggal :tagma). Yang ketiga adalah kutikula yang disekresikan oleh epidermis, yang menyelubungi tubuh dan biasanya membentuk eksoskeleton yang keras kecuali di bagian-bagian tubuh yang perlu lentur. Kutikula secara berklala diganti, dalam proses ganti kulit, untuk memungkinkan pertumbuhan.
Tadinya Arthropoda yang ada saat ini dikelompokkan kedalam dua subfilum : Chelicerata dan Mandibulata, ditambah dengan subfilum Trilobita yang telah punah. Namun belakangan ini, banyak zoologiwan yang berpendapat bahwa sebenarnya Arthropoda tergolong kedalam empat subfilum : Trilobita, Chelicerata, Crustacea, dan Uniramia. Didalam subfilum Unimaria tercakup kelas Chilopoda, Diplopoda, Pauropoda, Symphyla, yang semuanya tadinya termasuk dalam kelas Myriapoda, dan kelas Insecta.
Klasifikasi Arthropoda ada 8 : Crustacea, Onychopora, Chilopoda, Diplopoda, Insecta, Arachnoidea, Pauropoda dan Symphyla.
Hewan-hewan yang termasuk kedalam Arthropoda ialah Udang, Insecta, Scorpio (kalajengking) dan bayak juga yang lainnya. Arthropoda ialoah hewan yang beruas dan tidak mempunyai tulang belakang. Arthropoda merupkan hewan yang dominant dalam dunia ini. Kata Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu Arthros (ruas) dan podos (kaki). Oleh sebab itu, Arthropoda disebut hewan yang memiliki kaki beruas-ruas.
Ciri-ciri umum :
1. Mempunyai appendage yang beruas
2. Tubuh simetri bilateral terdiri atas sejumlah ruas-ruas
3. Tubuh dibungkus oleh zat kitin, sehingga merupakan eksoskleton (rangka luar).
4. Biasanya ruas-ruas terdapat bagian-bagian yang tidak berkitin,sehingga ruas-ruas tersebut mudah untuk digerakkan.
5. Mempunyai system syaraf tangga tali.
6. Coelom pada hewan dewasa adalah kecil dan merupakan suatu rongga berisi darah dan disebut haemocoel.
Sedangkan ciri-ciri khusus dari phylum Arthropoda yang dapat dilihat dari luar, yaitu:
1. Ada embelan yang berbuku-buku yang muncul berpasangan dari sebagian atau semua segmen tubuh
2. Ada organisasi segmen-segmen ke dalam bagian-bagian tubuh yang disebut tagmata
3. Ada kutikula yang disekresikan oleh epidermis yang menyelubungi tubuh yang membentuk endoskeleton
Ciri-ciri umum dari kelas Crustacea yaitu habitatnya di danau, air tawar, kolam dan sungai. Tubuhnya terdiri dari cephalothorax dan abdomen serta bersegmen. Kerangka luarnya dari zat kitin dan ciri yang terakhir yaitu makanan pokoknya berupa zat organik hidup dan zat yang busuk. Ciri dari kelas Insecta yaitu mulutnya terdiri dari 3 bagian yaitu mandible, maxille dan labium. Tubuhnya terdiri atas kepala, thorax dan abdomen. Mempunyai sepasang antenna dan biasanya terdiri dari 2 pasang sayap. Yang terakhir yaitu thoraxnya terdiri atas 3 pasang kaki. Ciri dari kelas Chilopoda yaitu terdiri dari 15-173 segmen. Tubuhnya rata, dorsal ventral dan memiliki maxillipedes. Antenanya panjang dengan 12 segmen. Ciri dari kelas Diplopoda yaitu habitatnya di darat dan bernapas dengan trakea. Makanan pokoknya berupa sayuran yang membusuk. Sistem ekskresinya berupa pembuluh malpighi. Ciri umum dari Pauropoda yaitu habitatnya di darat dengan tubuh terdiri dari 12 segmen. Tidak memilki alat pernapasan khusus. Makanan pokoknya berupabinatang kecil dan sayuran. Panjang tubuhnya lebih kecil dari 2 mm. Ciri-ciri umum dari kelas Symphyla yaitu habitatnya di tempat yang basah dengan tubuhnya yang bersegmen. Makanan pokoknya berupa sayuran yang membusuk. Panjang tubuhnya bervariasi antara 2,8-6 mm.
Sub filum dari Onychopora hanya terdiri dari satu kelas yaitu kelas Onychopora. Ciri-ciri umum dari kelas ini yaitu hidupnya dalam batu karang, kulit kayu, tempat yang lembab serta aktif di malam hari.  Mempunyai kelenjar sebagai pelindung dan bergerak perlahan dengan kaki. Antena dari hewan ini sensitif.
Sub filum dari Chelicerata terdiri dari 5 kelas yaitu Merostomata, Arachnida, Pycnogonida, Tardigrada dan Pentastomida. Kelas Merostomata mempunyai ciri-ciri yaitu tubuhnya terdiri dari chephalothorax dan bernafas dengan insang. Memiliki 6 pasang laminate. Tidak bergerak dengan anggota tubuh. Memilki terminal segmen tanpa sebuah caudal.
Ciri dari kelas Arachnida yaitu tubuhnya terdiri dari chelicerae, cephalothorax dan perut. Bernapas dengan trakea dan paru-paru dan tidak memilki antena dan rahang sejati. Kelas Pycnogonida ciri-cirinya yaitu hidup di laut serta perkawinannya terpisah san cephalothorax dan perut mengalami reduksi. Ciri-ciri dari kelas tardigrada yaitu hidup di lumut, air hangat dan air garam. Tubuhnya terdiri dari 4 segmen dan tidak mempunyai sistem pernapasan, sirkulasi dan ekskresi tetapi terdapat sistem saraf. Yang terakhir yaitu perkembangbiakannya terpisah. Ciri dari kelas Pentastomida yaitu hidup di darat dengan tubuh yang tidak memiliki segmen tetapi memilki dinding. Sistem pernapasannya tidak ada dan juga sistem sirkulasi dan ekskresi. Perkembangbiakannya terpisah.




















IV. HASIL PENGAMATAN
A. Gambar Pengamatan
1) Udang galah (Cambarus viridis) bagian samping














Berdasarkan pengamatan:













Berdasarkan literatur:









(Sumber: Anonim.A.2014)

Keterangan :

1. Antena
2. Antenula
3. Mata majemuk
4. Mandila
5. Seliped
6. Kaki jalan
7. Kaki renang
8. Uropoda
9. Telson
10. Perut
11. Karapak
12. Sefalotorak
13. Maksila












(Sumber: Anonim.B.2014)

2) Belangkas (Limulus polycephalus)
















Berdasarkan pengamatan:













Berdasarkan literatur:













(Sumber: Anonim.C.2014)

(Sumber: Anonim.D.2014)














(Sumber: Anonim.E.2014)














(Sumber: Anonim.F.2014)
Keterangan :

1. Metasoma
2. Mesosoma
3. Duri tak bergerak
4. Mata sisi
5. Telson
6. Mata tengah
7. Anus
8. Lubang kelamin
9. Appendage dari mesosom
10. Tangan
11. Chiloria
12. Chelicera



3) Lipan (Scolopendra morsitans)









Berdasarkan  pengamatan:








Berdasarkan literatur:







(Sumber: Anonim.G.2014)
Keterangan :

1. Antena
2. Stigma
3. Kaki jalan
4. Mulut
5. Anus
6. Lubang kelamin


4) Kaki seribu ( Julus virgatus)







Berdasarkan pengamatan:











Berdasarkan literatur:







(Sumber: Anonim.H.2014)

Keterangan :

1. Mulut
2. Antena
3. Lubang kelamin
4. Anus







5) Kecoa (Periplaneta americana)









Berdasarkan pengamatan:




















Berdasarkan literatur:











(Sumber: Anonim.I.2014)
(Sumber: Anonim.J.2014)

Keterangan :

1. Antena
2. Mata
3. Abdomen
4. Bulu-bulu kaki
5. Kaki depan
6. Sayap belakang
7. Kaki belakang.


B. Tabel Perbedaan Tiap Spesies
No. Perbedaan Udang Galah Belangkas Lipan Kaki Seribu Kecoa
1 Jumlah Kaki 11 Pasang 6 Pasang 1 Pasang /ruas 2 Pasang/ruas 3 Pasang
2 Fungsi Kaki Berenang
Berjalan
Mencapit
Makan Berjalan Berjalan Berjalan Berjalan
3 Habitat Laut Laut Darat Darat Darat
4 Tubuh Tubuh sebelah luar terdapat kutikula yang tersusun oleh pectin dan garam-garam mineral
5 Ciri Khas Cephalothorax terdiri atas 13 ruas yang menjadi satu.
























V. ANALISIS DATA

1. Udang galah (Cambarus viridis)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Pylum : Arthropoda
Classis : Crstaceae
Ordo : Decapoda
Family : Penapidae
Genus : Cambarus
Species : Cambarus viridis
(Sumber: Hegner, 1968)
Berdasarkan hasil pengamatan, pada udang galah terdapat Exo-skeleton yang membagi tubuh menjadi dua bagian yaitu bagian anterior yang disebut dengan cephalothorax, dan bagian anterior yang terdiri dari buku-buku yang disebut dengan abdomen. Struktur buku terdiri atas plat (lembaran) dorsal yang kompleks yang disebut dengan tergum. Cephalothorax terdiri atas 13 ruas yang menjadi satu. Bagian ini disebut dengan carapae. Bagian cara pae yang mencuat di sebut dengan prostomium atau rostrum.
Cambarus viridis atau  udang galah, habitatnya hidup di air tawar, danau atau di dalam kolam. Tubuh sebelah luar terdapat kutikula yang tersusun oleh pectin dan garam-garam mineral. Abdomen umumnya terdiri atas 6 ruas atau segmen yang diakhiri dengan bagian terminal yang disebut dengan telson. Pada udang terdapat 4 pasang kaki rengan yang beberapa di antaranya telah mengalami modifikasi. Cambarus viridis atau yang lebih di kenal dengan nama udang galah, habitatnya adalah pada air tawar, danau atau di dalam kolam..  
a. Sistem pencernaan
Alat pencernaan makanan terdiri atas : mulut, oesophagus, lambung yang terdiri dari cardiac dan pylorus, usus dan anus. Makanan udang terutama adalah hewan-hewan akuatis yang kecil-kecil, tetapi juga bahan organis busuk. Mulutnya di kelilingi oleh beberapa pasang alat tambahan yang disebut alat-alat mulut. Dari mulut berlanjut ke oesophagus, lambung yang terdiri dari bagian hardiak dan bagian pilorik, terus ke usus dan anus.
Lambung kardiak mengandung alat-alat penggerus makanan. Kelenjar digesti (kelenjar hepatic) mengeluarkan secret enzimatis ke dalam lambung pilorik.
b. Sistem respirasi
Insang berbulu (insang dalam) bertaut pada segmen basal dari maksiliped kedua dan ketiga, dan bertaut pula pada empat kaki untuk berjalan yang pertama. Barisan insang kedua dan ketiga (pada beberapa jenis, antara lain Astacus sp) bertaut dengan insang luar. Insang-insang dalam itu teredam dalam air dalam ruang insang (ruang di sebelah bawah tiap karapase). Insang-insang itu mengendung pembuluh-pembuluh darah. Aliran air dalam ruang insang itu terjamin oleh adanya “ember” air yang meerupakan cabang dari maksila kedua.
c. Sistem sirkulasi
Darah mempunyai cairan yang tidak berwarna dan mengandung sel amoeboid dengan corpuscular. Jantung terdapat di sebelah dorsal, adlam sebuah pericardium. Darah memasuki jantung melalui 3 pasang ostium, yaitu lubang-lubang bentuk valvuler (berklep). Darah itu dipompa ke luar melalui 7 buah arteri, yang mengeluarkan isinya ke dalam ruang-ruang terbuka yang di sebut sinus. Sinus-sinus itu mengelirkan darah ke dalam kapiler-kapiler insang, dan dari kapiler-kepiler tersebut darah memasuki jantung melalui pericardium.
d. Sistem ekskresi
Terdiri atas dua buah kelenjat hijau yang membuat cairan berwarna hijau, strukturnya seperti nefridium dan terbuka pada dasar antena-antena.
e. Sistem syaraf
Pada udang terdapat “otak” di sebelah dorsal, dengan dua buah pengubung sirkumesofageal, dan sebuah rantai ganglion-ganglion disebelah ventral. ganglion ventral pertama besar, berhubungan dengan beberapa persatuang ganglion. Syaraf bercabang dari otak dan korda ventral.
f. Sistem indera
Perasa sentuhan dan perasa kimia (pembau dan peraba) pada hewan ini sangat kuat, dan organ-organnya terdapat pada alat-alat tambahan anterior.
Ada 2 buah mata majemuk yang tersusn dari banyak unit optik yang di sebut ommatidium. Tiap mata majemuk itu terdapat paad sebuah tangkai. Organ keseimbanga, statokis terdapat pada dasar antenul-antenul.
g. Sistem reproduksi dan perkembangan
Kelamin terpisah (diesius). Baik testis maupun ovarium bilobat. Testis melepaskan sperma ke dalam duktus spermatikus terus ke pori-pori yang terdapat pada dasar pasangan kaki untuk berjalan yang kelima. Oviduk melepaskan telur dari ovarium ke lubang-lubang pada dasar pasangan kaki untuk berjalan yang ketiga. Stadium embrional diselesaikan ketika telur masih bertaut dengan “swimmeret-swimmeret” hewan betina. Bahkan larva yang telah menetas pun tetap bertaut padanya untuk beberapa lama.

2. Belangkas (Limulus moluccanus)
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum         : Arthropoda
Sub phylum : Chelicerata
Classis             : Merostomata
Ordo             : Xiphosura
Familia           : Limulusidae
Genus             : Limulus
Species           : Limulus moluccanus
(Sumber: Hegner, 1968)
Berdasarkan hasil pengamatan, Belangkas atau Limulus sp merupakan hewan laut yang habitatnya adalah pada pantai-pantai daerah yang tropis maupun yang subtropik. Hewan ini adalah merupakan salah ordo dari Xiphosura yang masih muda, tidak memiliki pembuluh malphigi tapi memiliki insang. Hewan ini juga memiliki alat respirasi tambahan yang memungkinkan dirinya untuk bernapas di luar air. Sedangkan untuk berjalan, hewan ini hanya memiliki kaki pendek. Hewan ini biasanya aktif pada malam hari, suka menguburkan dirinya dalam pasir yang basah. Memiliki karapaks yang menutupi prosoma berbentuk sepatu kuda, cembung berwarna coklat tua dan tidak bersegmen. Selubung (parsial) abdomen segi enam lebar, dengan sepasang duri-duri yang lateral pendek.
Belangkas tidak mempunyai antena, letak kakinya terdapat pada thorax berjumlah 5 pasang dan jumlah tagmata 2 buah. Pada thorax terdapat dua mata majemuk lateral dan dua mata sederhana tengah. Terdiri atas 150-200 daun yang bersifat pembuluh darah untuk respirasi. Belangkas termasuk hewan penusuk dan berduri.
Pada bagian dorsal terdapat dua pasang mata dan mempunyai ekor yang panjang yang disebut telson, sedang dari arah lateral mempunyai kaki yang terletak di belakang mata dengan jumlah kaki 6 pasang. Mempunyai segmen-segmen tubuh yang ada sekat-sekat di tubuhnya. Bagian opisthosomanya berbentuk heksagonal dan terdapat 6 pasang appendages. Pada satu pasang yang pertama membentuk genital operkulum berupa 5 pasang paru-paru. Sistem respirasinya yaitu dengan insang, sistem ekskresinya dengan coxal dan larvanya tribolit.

3. Lipan (Scolopendra morsitans)
Klasifikasi
Kingdom :  Animalia
Phylum     :  Arthropoda
Sub phylum :  Mandibulata
Classis             :  Chilopoda
Ordo             :  Chilopodea
Familia           :  Scolopendridae
Genus             :  Scolopendra
Species           :  Scolopendra morsitans
(Sumber: Hegner, 1968)
Berdasarkan hasil pengamatan Scolopendra morsitans mempunyai tubuh panjang dan agak gepeng dengan warna coklat gelap, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 – 173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
Lipan (Scolopendra morsitans) termasuk dari Chilopoda. Ciri-ciri umumnya  adalah :
a. Tubuhnya pipih dan bersegmen
b. Badannya terdiri atas 15-173 segmen.
c. Pada setiap segmen terdapat satu pasang kaki.
d. Pada kepala terdapat sepasang antenna panjang dan sepasng mata yang terdiri atas oseli.
e. Pada kaki dan ruas tubuh yang pertama terdapat gigi atau cakar beracun.
f. Hidup di tempat yang lembab, bersifat buas karena memakan hewan lain.
g. Reproduksi berlangsung secara ovivar dan vivipar.
h. Terbagi menjadi beberapa family yaitu :
1) Geophilidae
2) Scholopendridae
3) Lithobtidae
4) Scutigeridae
  Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresinya berupa dua buah saluran malphigi. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas. Kelaminnya terpisah sehingga terdapat hewan yang jantan dan hewan yang betina. Lubang genitalnya terdapat pada segmen yang terakhir. hidup di bawah batu-batuan / timbunan tumbuhan yang telah membusuk.

4. Kaki seribu ( Julus virgatus)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Sub phylum : Uniramia
Classis : Chordota
Sub class : Myiapoda
Ordo : Diplopoda
Family : Julidae
Genus : Julus
Species : Julus virgatus
(Sumber: Hegner, 1968)
Berdasarkan hasil pengamatan, tubuh dari  Julus virgatus adalah terdiri atas kepala dan badan, bentuknya silindris, pada setiap ruas terdapat dua pasang kaki, bernapas dengan trakea dan termasuk kepada hewan herbivor serta berkembang biak dengan cara bertelur. Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek dan dua kelompok mata tunggal. Antenna pada hewan ini berfungsi untuk memeriksa rute perjalanannya. Toraksnya pendek dan terdiri atas 4 somit yang memilki sepasang kaki kecuali somit pertama. Abdomen yang panjang mempunyai 9 sampai 100 somit ganda yang masing-masing dengan dua pasang kaki bersegmen tubuh.Alat ekskresi pada hewan ini berupa dua buah saluran malphigi. terdapat sebuah struktur lempengan yang mungkin merupakan maksila.
Julus virgatus atau yang dikenal dengan sebutan kaki seribu / luwing adalah termasuk hewan invertebrata yang termasuk dalam phylum Arthropoda yang mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :
1. Badan beruas-ruas dan setiap ruas tubuh memiliki kaki bersendi.
2. Triploblastik selomata.
3. Terdapat bagian kepala yang mempunyai mulut, alat peraba dan lain-lain.
4. Rangka luar terdiri atas zat chitin dan sambungan yang terletak di antara ruas bersifat agak lunak.
5. Jenis kelamin gonokoris.
6. Sistem peredaran darah terbuka.
7. Sistem syaraf tangga tali.
8. Alat ekskresi adalah buluh Malpighi (kelenjar hijau).
9. Alat pencernaan sempurna.
Hewan ini hidup di tempat yang lembab dan gelap, di bawah batu, atau di dalam kayu yang lapuk dan selalu menghindari cahaya. Kaki seribu akan menggulung tubuhnya jika diganggu atau jika dirinya merasa terancam. Bentuk tubuhnya yang memanjang menggulung menjadi spiral protektif. Makanannya berupa tumbuhan yang telah membusuk dan juga hewan lain. Kaki seribu mempunyai tubuh yang terdiri atas banyak somit dan dinding tubuhnya mengandung timbunan-timbuan garam kapur.

5. Kecoa (Periplaneta americana).
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Classis : Insecta
Ordo : Orthoptera
Familia : Blattidae
Genus : Periplaneta
Spesies : Periplaneta americana.
(Sumber : Jasin, Maskoeri. 1985)
Pada hasil pengamatan, kecoa memiliki bentuk tubuh gepeng dan kembali tersembunyi oleh pronotum. Tubuh kecoa terbagi menjadi 3 bagian dari anterior ke posterior ialah caput, thorax, dan abdomen. Caput dilengkapi dengan antena dan mata, ia menyempit untuk selanjutnya membentuk leher yang pendek dan sempit. Pada kecoa dewasa terdapat kepala, thorax, kaki, venasi, sayap, dan abdomen. Kepala disembunyikan di bawah pronotum kepala dapat digerakkan dibanding kaki. Kepala terbentuk oleh fusi 6 segmen yang membentuk suatu kapsul kepala, disana juga terdapat sepasang mata majemuk lebar, bagian depan kepala terdapat ocelli, bagian puncak kepala disebut vertex. Pada bagian thorax terdiri atas 3 segmen yang dilengkapi dengan tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Bagian paling posterior ialah abdomen, terdiri atas 10 segmen. Seluruh permukaan tubuh tertutup kutikula dari kitin, yang menebal pada caput, beberapa bagian dari thorax, dan bagian anterior pasangan sayap-sayap.
Dalam daur hidupnya kecoa memiliki metamorfosis artinya ada tingkatan perkembangan yang bentuknya berubah. Kecoa mengalami metamorfosis tak sempurna.
Alat pernapasannya adalah trakea yang berupa pembuluh darah yang terdapat di kiri kanan tubuhnya. Pada setiap segmen trakea bercabang menuju kulit, berakhir sebagai lubang yang disebut spirakel atau stigm Alat mulut pada kecoa terdiri dari labrum bagian yang berupa lembaran lebar, dapat digerakkan, terletak median, tidak sepasang membentuk bibir atas. Bagian yang kedua dari mulut adalah mandibula yang berada dibawah genae dan bersendi, dan gerakan mandibula adalah horizontal serupa udang. Bagian ketiga dari mulut kecoa adalah maxilaris yang terletak dibelakang mandibula. Mata pada hewan ini terdiri atas sepasang mata majemuk dan satu mata tunggal. Kecoa memiliki antenna yang panjang dan juga memiliki dua pasang sayap yang licin. Hewan ini juga memiliki kaki yang terdiri dari tiga pasang kaki yaitu 2 pasang kaki depan dan sepasang kaki belakang.








VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Arthropoda merupakan phylum terbesar dalam kerajaan Animalia yang mempunyai 3 sub phylum yaitu Mandibulata, Onychopora, dan Chelicerata.
2. Ciri-ciri dari Arthropoda yaitu mempunyai appendage yang beruas, rangka luar yang membungkus tubuh terdiri dari zat kitin, dan bentuk tubuhnya simetris bilateral.
3. Cambarus viridis termasuk dalam kelas Crustacea yang tubuhnya terdiri dari bagian chepalothorax dan abdomen yang memiliki lima pasang kaki pada bagian chepalothorax dan lima pasang kaki pada bagian abdomen.
4. Limulus sp. termasuk dalam kelas Arachnida yang memiliki dua pasang mata dan ekor panjang yang disebut telson pada bagian dorsal dan memiliki enam pasang kaki.
5. Scolopendra morsitans termasuk dalam kelas Chilopoda yang memiliki segmen tubuh yang lebih lebar dari kaki seribu dan jumlah kaki yang lebih sedikit karena segmen tubuhnya juga lebih sedikit.
6. Julus virgatus termasuk dalam kelas Diplopoda yang memiliki banyak kaki yang berpasangan pada tiap ruas kecuali pada posterior dan anterior, serta memiliki sepasang antenna pendek dan mandibula pada kepala.
7. Periplaneta americana termasuk dalam kelas Insecta yang memiliki 3 bagian dari tubuh dari anterior ke posterior ialah  caput, thorax, dan abdomen.







VII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim.A.2014.http://farm1.static.flickr.com/47/137493599_bf0add6575_o.gif. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.B.2014. id.wikipedia.org. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.C.2014.http://users.tamuk.edu/kfjab02/Biology/Introzoology/Images/Limulus031P.gif. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.D.2014.http://users.tamuk.edu/kfjab02/Biology/Introzoology/Images/Chel035p.gif. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.E.2014.http://www.bumblebee.org/invertebrates/images/LimulusDorsal.jpg. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.F.2014.http://www.bumblebee.org/invertebrates/images/LimulusVentral.jpg. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.G.2014.http://1.bp.blogspot.com/_2NQR0DWTfY/SfEMHrKLtGI/AAAAAAAAA88/Dmm7dYz4djg/s1600/lipan3.jpg. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.H.2014.http://www.sierrapotomac.org/W_Needham/Pictures/Millipede_040125.jpg. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.I.2014.http://blogs.dailypennsylvanian.com/thebottomline/files/2009/04/cockroach-3.jpg. Diakses pada 17 April 2014.
Anonim.J.2014.http://blogs.dailypennsylvanian.com/thebottomline/files/2009/04/cockroach-3.jpg. Diakses pada 17 April 2014.
Halang, Bunda. dkk. 2014. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.
Hegner, Robert W. & Engemann, Joseph G. 1968. Invertebrate Zoology. The Macmillan Company. New York.
Jasin, Maskoeri. 1984. Sistematika Hewan Invertebrata dan vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya.
Radiopoetra. 1968. Zoologi. Erlangga : Jakarta.
Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Alfabeta: Ciamis.
Verma, PS. 2002. A Manual of Practical Zoology Invertebrata. S. Chand    and Company LTD. New Delhi.

Laprak 7 Echinodermata


PRAKTIKUM VII

Topik :  Echinodermata
Tujuan           : Mengamati dan menjelaskan ciri-ciri morfologi dari phylum
 Echinodermata
Hari/Tanggal :  Kamis/10 April 2014
Tempat :  Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin


I. ALAT DAN BAHAN
A. ALAT :
    Lup.
B. BAHAN :
1. Awetan Astropecten sp
2. Awetan Pentaceros sp
3. Awetan Dendraster excentricus

II. CARA KERJA
1. Mengamati awetan Echinodermata pada bagian oral dan aboral, menggambar dan menyebutkan ciri morfologi serta menyebutkan fungsi dari kaki tabung, madreporit, periprok.
2. Menggambar morfologi Echinodermata.

III. TEORI DASAR.
Phylum Echinodermata terdiri atas 5 kelas yaitu : Asteridea, Echinoidea, Ophiuroidea, Holoturoidea, Crinoidea. Yang kita pelajari adalah kelas Asteroidea dengan contoh Asterias.
Secara umum pada Echinodermata tubuh terdiri atas bagian oral dan aboral, memiliki sistem vaskuler (sistem Ambulakral), umumnya lengan berjumlah 5, Asterias tubuhnya dilindungi oleh duri-duri. Hewan ini mempunyai bentuk yang khas dan panjangnya bisa mencapai 1 mm.
Echinodermata berasal dari bahasa Yunani, yaitu : Echinos ; duri, derma ; kulit, berarti hewan yang kulitnya berduri. Hewan ini meliputi :
1. Bintang laut (Kelas Asteroidea)
2. Bintang ular (Kelas Ophiuroidea)
3. Landak laut (Kelas Echinoidea)
4. Lilia laut (Kelas Crinoidea)
5. Tripang laut (Kelas Holoturoidea)
Seluruh hewan Echinodermata adalah simetri radial dan sebagian besar memiliki penguat tubuh dari zat kapur dengan tonjolan-tonjolan duri. Hewan ini hidup di pantai dan didalam laut sampai kedalaman kurang lebih 366 m, sebagian hidup bebas, hanya gerakannnya lamban, tidak ada yang parasit. Merupakan hewan pemakan sampah-sampah laut, sehingga laut menjadi bersih. Phylum Echinodermata ditempatkan pada akhir deretan phylum dalam Invertebrata karena tidak nampakmemiliki hubungan kekerabatan dengan Invertebrata lainnya.
Ciri-ciri Echinodermata secara rinci adalah :
1. Simetri radial pada hewan yang telah dewasa, memiliki 5 bagian, sedang larvanya simetri bilateral; memiliki 3 jaringan dasar, sebagian besar alatnya bersilia, tidak memiliki kepala dan otak, tidak bersegmen.
2. Permukaan tubuh yang umumnya simetri radia, memiliki kaki buluh atau kaki ambulakral.
3. Tubuh terbungkus oleh epidermis yang halus dengan disokong oleh penguat berupa kepingan kapur yang disebut laminae atau ossicula yang mudah digerakkan atau tidak mudah digerakkan, dengan pola yang tetap, sering memiliki duri-duri kapur yang halus.
4. Saluran pencernaan sederhana, biasanya lengkap (beberapa jenis tidak memliki anus).
5. Memiliki sistem sirkulasi radial yang mengalami reduksi; coelom dilapisi oleh peritonium bersilia ; rongga coelom biasanya luas dan berisi amoebocyt-amoebocyt bebas.
6. Respirasi dilakukan dengan insang kecil atau papulae yang tersembul dari coelom dan beberapa jenis Echinodermata bernapas dengan menggunakan kaki ambulakral, sedang pada Holoturoidea menggunakan batang-batang seperti pohon yang terdapat dalam cloaca.
7. Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang-cabang kearah radial. Seks terpisah dengan beberapa perkecualian.
Beberapa species vivipar, beberapa berkembang biak dengan aseksual yaitu dengan pembelahan sel; memilki daya regenerasi yang besar sekali, bila terdapat bagia yang rusakatau terlepas. Pada sekitar dasar duri terdapat bentuk jepitan pada ujungnya dan disebut Pedicellaria. Pada salah satu bagian antara dua bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madreporit sebagai tempat masuknya air dalam sistem vaskular air atau ambulakral. Pada tiap alur ambulakralterdapat 2 deret atau 4 deret kaki-kaki.




















IV. HASIL PENGAMATAN

1. Astropectan sp












Berdasarkan hasil pengamatan:












(Sumber: Dok. Pribadi.2014)


Berdasarkan literatur:


Keterangan :
1. Lengan
2. Anus
3. Pediselaria (duri)
4. Alat sensor
5. Lekukan amburaklar
6. Madreporit



(Sumber: Anonim.A.2014)


2. Pentaceros sp














Berdasarkan hasil pengamatan:











(Sumber: Dok. Pribadi.2014)

Berdasarkan literatur:

Keterangan :
1. Lengan
2. Anus
3. Pediselaria (duri)
4. Alat sensor
5. Lekukan amburaklar
6. Madreporit




(Sumber: Anonim.B.2014)



3. Dendraster excentricus












Berdasarkan hasil pengamatan:












(Sumber: Dok. Pribadi.2014)





Berdasarkan literatur:


Keterangan :
1. Lengan
2. Anus
3. Pediselaria (duri)
4. Alat sensor
5. Lekukan amburaklar
6. Madreporit



(Sumber: Anonim.C.2014)















V. ANALISIS DATA

1. Astropecten auraniacus
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia.
Phylum : Echinodermata.
Subphylum : Eleutherozoa.
Classis : Asteroidea.
Ordo : Phanerozonia.
Familia : Astropectenidae.
Genus : Astropecten.
Spesies : Astropecten auraniacus.
 (Sumber: Verma, P.S. 2002)
Astropecten sp. memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan jenis Pentaceros sp.  Berbentuk bintang dengan 5 lengan yang terdiri atas bagain aboral dan oral. Permukaan kulit tubuh kasar, pada bagian oral atau aboral terdapat duri-duri yang pendek dan tumpul yang dikelilingi modifikasi duri yang disebut pedicellaria.. Pedicellaria berfungsi untuk melindungi insang dermal, menangkap mangsa dan mencegah serpihan-serpihan serta organisme kecil agar tidak tertimbun pada permukaan tubuh. Bergerak lamban. Tubuhnya terbungkus oleh epidermis yang halus. Spesies ini tidak memiliki anus, seksnya terpisah, habitatnya dilaut. Spesies ini adalah bintang laut yang besar dan terdapat diantara garis-garis pasang. Selain dilaut , dia ditemukan diseluruh bagian dunia, New Jersey dan California. Dia memiliki kaitabung, madreporit, tubuhnya terdiri dari 5 tangan. Kakitabung terdapat diantara tentakel, celah ambulakral diluar dari mulut. Spesies ini berenang sekitar 30-60 cm per menitnya. Kakinya bertempat tinggal di pasir, dimana mereka dapat menggali lubang. Pada bagian oral multnya selalu terbuka dibagian tengah.
Fungsi kaki tabung dan madreporit :
1. Kaki tabung berfungsi :
- Untuk berjalan di dasar laut
- Melekat pada karang
- Menangkap mangsa
- Pertukaran gas
- Ekskresi
2. Madreporit berfungsi sebagai lubang yang menghubungkan antara air laut dengan sistem pembuluh air dan kelamin.
Penyokong tubuh tersusun dari lembaran kapur atau ossiculus yang terikat oleh muskulus atau jaringan ikat. Duri-duri pendek dan tumpul tertutup oleh epidermis. Beberapa pasang muskulus digunakan untuk membuka dan menutup pedicellariae apabila terangsang. Lengan dapat dilenturkan oleh otot berserabut yang terdapat dalam dinding tubuh. Pembuluh-pembuluh kaki juga dilengkapi dengan otot berserabut.


2. Pentaceros sp
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia.
Phylum : Echinodermata.
Subphylum : Eleutherozoa.
Classis : Asteroidea.
Ordo : Phanerozonia.
Familia : Pentaceridae.
Genus : Pentaceros.
Spesies : Pentaceros sp.
(Sumber: Verma, P.S. 2002)
Pentaceros sp. hidup bebas di laut. Hewan ini mempunyai tubuh berbentuk bintang dengan 5 lengan.Tubuhnya sangat tebal dan bentuk bintangnya teraturdan berdiameter kira-kira 25 cm. Habitatnya dilaut dan didapatkan biasanya dilautan Indonesia pasifik dan sekeliling india barat, di Ray of Bengal dan laut Arabian. Akhir tiap celah ambulakral ialah mata merahterang dibuat dari beberapa ocelli. Binatang ini sangat keras dan banyak emas atau ossikel. Permukaan aboral lebih konfek dan permukaan oral lebih datar. Permukaan aboral berwarna kuning kemerah-merahanatau coklat didalamnya dan banyak putaran yang tak teratur, putaran yang besar mempunyai ukuran dan semua putaran mempunyai sisa dari ossikel. Dia itu terdiri dari bagian oral dan aboral.
Pada ujung-ujung lengan terdapat alat sensor yang bentuknya menyerupai tentakel. Hewan ini memiliki tubuh yang sangat tebal. Permukaan kulit tubuh kasar, pada bagian oral atau aboral terdapat duri-duri yang pendek dan tumpul yang disekitar duri terdapat modifikasi duri yang disebut pedicellaria. Permukaan aboral berbentuk cembung sedangkan permukaan oralnya berbentuk seperti flat atau lempeng.
Pada salah satu bagian antara dua bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madriporit sebagai tempat masuknya air dalam sistem vaskular air atau ambulakral. Bintik mata terdapat pada ujung tentakel, bintik mata tersebut mengandung pigmen merah yang peka terhadap cahaya.
Di tengah-tengah tubuh bagian aboral terdapat lubang anus. Selain itu di bagian aboral ini juga terdapat madreporit. Madreporit ini merupakan lubang yang mempunyai saringan yang menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh air dan lubang kelamin. Pada permukaan tubuh sebelah oralnya terdapat mulut yang dikelilingi oleh membran peristom dengan 5 alur ambulakral pada lengan tubuh. Pada tiap alur ambulakral terdapat dua deret atau empat deret kaki-kaki.


3. Dendraster excentricus
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Echinoidea
Order : Clypeasteroida
Suborder : Scutellina
Family : Dendrasteridae
Genus : Dendraster
Species : Dendraster excentricus
(Sumber: Verma, P.S. 2002)
Hidup pada batuan atau lumpur di tepi pantai atau dasar perairan. Makanannya adalah rumput laut, hewan yang telah mati, biasanya nocturnal. Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang. Echinarachnius parma memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles. Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme. Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma). Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung. Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat. Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran. Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.


















VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Phylum Echinodermata terbagi atas 5 kelas yaitu Asteroidea (bintang laut), Uphiuroidea (bintang ular), Echinoidea (landak laut), Holothuroidea (mentimun laut) dan Crinoidea (lili laut).
2. Pada pengamatan ini diambil contoh spesies dari kelas Asteroidea dan Echinoidea yaitu jenis Astropecten sp, Pentaceros sp, dan Dendraster excentricus.
3. Pada phylum Echinodermata kita mengamati kelas Asteroidea, kelas ini termasuk bintang laut yang berduri dan sama-sama mempunyai madreporit, kaki tabung dan sistem ambulakral. Dan pada bintang laut khususnya Astropecten bentuk bintangnya itu sangat teratur.
4. Morfologi Echinodermata khususnya kelas Asteriodea terdapat 5 buah lengan, memiliki mulut dan anus, terdapat duri-duri disekeliling tubuhnya, terdapat kaki tabung, madreporit, alat sensor dan sistem amburaklar.
5. Madreporit berfungsi sebagai tempat masuknya air dalam sistem vaskular air atau ambulakral.
6. Kaki tabung atau tube feet berfungsi sebagai penghubung langsung antara ampullae yang memperpanjang ke dalam coelom lewat pori-pori kecil antara saluran ambulakral.
7. Ciri-ciri dari Echinodermata itu sendiri adalah bentuknya simetri radial, larvanya juga simetri bilateral, dan lengannya berjumlah 5. Tidak memilki kepala dan otak dan tidak  bersegmen. Permukaan tubuhnya simetri radial, memiliki kaki ambulakral, tubuh terbungkus oleh epidermis. Saluran pencernaan sederhana, biasanya lengkap dan tidak memilki anus. Memiliki sistem sirkulasi yang radialdan mengalami reduksi, respirasi dilakukan dengan insang kecil. Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang-cabang kearah radial dan seksnya terpisah.


VII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim.A.2014.http://www.hawaiisfishes.com/inverts/stars/Astropecten_polyacanthus_pittman.JPG. Diakses pada 12 April 2014
Anonim.B.20014. http://www.natuurlijkmooi.net/images/astspia.jpg. Diakses pada 12 April 2014
Anonim.C.20114.http://www.vcreporter.com/site_images_upload/legacy/media/120/feature.jpg. Diakses pada 12 April 2014
Halang, Bunda. dkk. 2014. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.
Jasin, Maskoeri. 1984. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya.
Radiopoetra. 1968. Zoologi. Erlangga : Jakarta.
Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Alfabeta: Ciamis.
Verma, PS. 2002. A Manual of Practical Zoology Invertebrata. S. Chand    and Company LTD. New Delhi.

Laprak 6 Mollusca


PRAKTIKUM VI

Topik :  Mollusca
Tujuan :  Mengenal morfologi dan tanda-tanda karakteristik anggota
phyllum Mollusca.
Hari/Tanggal :  Kamis/10 April 2014
Tempat :  Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN
A. Alat :
1. Bak paraffin
2. Cawan petri
3. Air
4. Lup
5. Alat tulis
B. Bahan :
1. Cangkang keong darat dan keong air.
2. Keong darat (Achatina fulica),keong air tawar (Helix pomata).
3. Awetan Mollusca lainnya (Anadonta grandis, Cyprae tigris, Vepricardium fimbriatum, Murex pectens, Murex trapa, Cymaticum murinicum, Terebra unduculata, Cyprae testudinaria, Thallum areola, Terebra conus).

II. CARA KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Meletakkan keong darat diatas bak parafin dan meletakkan keong air tawar pada cawan petri yang telah diisi air.
3. Menngambar morfologi keong darat dan keong air dari arah lateral, kepala ke arah kanan baik itu bagian dorsal atau bagian ventral.
4. Memberikan keterangan dan mengklasifikasikannya.
5. Untuk cangkang Anadonta atau yang sejenisnya, amati umbo dan garis-garis pertumbuhan.

III. TEORI DASAR
Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, biasanya badan ditutupi oleh cangkang atau concha. Ciri-ciri umum tidak bersegmen, bilateral simetri, triplobastik, tubuh lunak, dilindungi pallium (mantel) bagian tubuh anterior adalah kepala, bagian ventral adalah kaki muskuler dan bagian dorsal adalah masa viscera, saluran pencernaan makanan lengkap dan glandula digestoria dan glandula salivaria, mulut dilengkapi dengan radula. Saluran pencernaan makanan kadang-kadang mengalami torsi, respirasi dengan insang, paru-paru (dalam cavum palii), hidup terestrial atau aquatik.
Bentuk cangkang siput pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde (gelung, whorl). Puncak kerucut merupakan bagian yang tertua, disebut apex. Sumbu kerucut disebut columella. Aperture ialah bukaan cangkang, tempat tersembulnya kepala dan kaki. Bila aperture dihadapkan pada kita dengan apex (puncak) keatas, dinamakan dekstral, apabila aperture disebelah kanan, dan disebut sinistral apabila aperture disebelah kiri. Lapisan kalsium karbonat terdiri atas 3 lapisan / lebih, yang terluar adalah prismatik, palisade, lapisan tengah / lamella dan paling dalam adalah lapisan nacre / hypostracum. Lapisan prismatik terdiri atas kristal calcyte yang tersusun vertikal, masing-masing diseliputi matriks protein yang tipis. Pada telapak kaki gastropoda terdapat cilia dan berbagai sel kelenjar. Kelenjar pada kaki menghasilkan lendir yang berguna untuk merayap pada substrat.
Pada umumnya Mollusca adalah binatang yang berukuran relatif besar yang hidup pada dasar perairan. Kebanyakan mereka tidak dijumpai sebagai plankton pada waktu dewasa dan hanya menjadi plankton untuk sementara ketika masih berupa larva. Walaupun demikian gastropoda yang merupakan salah satu hewan dari grup ini adalah plankton sejati yang bersifat pelagik. Kebanyakan mereka dapat dikenal dari cangkang (shell) yang mengandung zat kapur (calcareous). Shell ini kadang-kadang tidak dapat dijumpai pada beberapa spesies. Sifat-sifat umum dari gastropoda ialah kepala menunjang tentakel yang berbentuk khas dan banyak spesies yang mempunyai cangkang (shell) yang terdiri dari zat kapur.
Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu “Mollis” yang berarti lunak. Jadi Mollusca adalah hewan lunak atau bertubuh lunak dan tidak bersegmen-segmen dan terbungkus oleh mantel. Mollusca bersifat kosmopolit, artinya ditemukan dimana-mana, didarat, dilaut, air tawar mulai dari daerah tropis hingga daerah kutub. Ini menunjukkan kemampuan adaptasi Mollusca terhadap lingkungan yang sangat tinggi. Alat kelamin umumnya terpisah (dioseus), tapi ada pula yang hermaprodit. Yang alat kelaminnya terpisah, pembuahannya eksternal.
Mollusca berdasarkan simetri, kaki cangkok, mantel, insang dan sistem syarafnya terbagi atas 5 kelas yaitu :
1. Kelas Amphineura, tubuh bilateral simetri, cangkok terdiri atas 8 kepingan kapur
2. yang mempunyai banyak serabut-serabut insang yang berlapis-lapis.
3. Kelas Gastropoda, menggunakan perut sebagai kakinya.
4. Kelas Scapopoda, cangkok seperti kerucut atau tanduk.
5. Kelas Cephalopoda, tubuh bilateral, kainya berubah menjadi lengan yang beralat
6. penghisap. Sistem syaraf berkembang dipusatkan dikepala.
7. Kelas Pelecypoda, tubuh bilateral simetris. Cangkok terdiri atas dua bagian yang dihubungkan oleh engsel dan mantel juga terbagi atas dua bagian.
Gastropoda adalah Mollusca yang mengalami modifikasi dari bentuk bilateral simetris menjadi bentuk yang mengadakan rotasi (pembelitan). Di dalam pembelitan terjadi perubahan sudut 1800. Sistem syaraf Mollusca berupa tiga pasang simpul syaraf (ganglion), yaitu ganglionserebral, ganglion viseral, dan ganglion pedal. Ketiganya dihubungkan oleh serabut-serabut syaraf.
IV. HASIL PENGAMATAN
1. Keong Darat (Achatina fulica)








Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis pertumbuhan



(Sumber: Anonim.A.2014)

2. Keong Air Tawar (Helix pomata)









Berdasarkan literatur:










(Sumber: Anonim.B.2014)

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis pertumbuhan

3. Anadonta grandis












Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan




(Sumber: Anonim.C.2014)

4. Cyprae tigris







Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan


(Sumber: Anonim.D.2014)

5. Vepricardium fimbriatum







Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan


(Sumber: Anonim.E.2014)

6. Murex pectens










Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan



(Sumber: Anonim.F.2014)

7. Murex trapa







Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan


(Sumber: Anonim.G.2014)

8. Cymaticum murinicum







Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan


(Sumber: Anonim.H.2014)

9. Terebra unduculata











Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan




(Sumber: Anonim.I.2014)

10. Cyprae testudinaria







Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan


(Sumber: Anonim.J.2014)
11. Thallum areola







Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan


(Sumber: Anonim.K.2014)

12. Terebra conus











Berdasarkan literatur:

Keterangan:
1. Apek
2. Aperture
3. Garis Pertumbuhan




(Sumber: Anonim.L.2014)



















V. ANALISIS DATA

1. Keong darat (Achatina fulica)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Pulmonata
Familia : Achatinadae
Genus : Achatina
Spesies : Achatina fulica
(Sumber: Jasin, 1984)
Siput ini merupakan salah satu spesies dari kelas Gastropoda yang artinya berjalan dengan perut. Hewan ini mempunyai cangkang yang ramping dan pola cangkangnya nyata. Cangkangnya berukuran besar dan berbentuk piramid dengan lilitan-lilitan kecil. Tekstur cangkangnya licin dan terasa seperti ada lekukan-lekukan.. Fungsi cangkang itu sendiri selain sebagai rumah dan mempertahankan diri dari musuh juga untuk memperkecil penguapan tubuhnya.
Achatina fulica bagian tubuhnya terdiri dari kepala, badan dan bagian alat gerak (kaki). Pada kepala terdapat sepasang alat peraba yang dapat ditarik masuk ke dalam, pada bagian ujungnya terdapat titik mata yang berfungsi untuk membedakan antara keadaan gelap dan terang.
Sebagian besar badan dipergunakan sebagai alat gerak (kaki) yang hanya dapat bergerak dengan adanya kontraksi otot kaki yang bergelombang dari bagian belakang ke depan sehingga kaki membujur ke depan dan bagian belakang di seret ke depan. Pada siput darat system pencernaannya adalah sebagai berikut: makanan masuk ke dalam mulut dan di haluskan oleh lidah perut yang berasal dari zat tanduk yang berfungsi untuk menghancurkan makanan lalu diteruskan ke dalam kerongkongan usus penghancur menuju lambung, usus panjang dan yang terakhir ke anus (disebut dengan kanan kepala). Pada waktu dalam bentuk larva bernapas adalah dengan menggunakan insang tetapi setelah dewasa bernapas adalah dengan menggunakan paru-paru. Sistem peredaran darahnya adalah terbuka, dimana alat peredaran darah sendiri terdiri dari jantung dan pembuluh-pembuluh darah yang masih sederhana. Sistem reproduksi pada siput darat adalah termasuk ke dalam jenis monoesisi, di mana terdapat alat kelamin jantan dan betina pada satu tubuh tetapi tidak dapat di buahi sendiri.


2. Keong Air Tawar (Helix pomata)
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Pulmonata
Familia : Helicidae
Genus : Helix
Spesies : Helix pomatia
(Sumber: Jasin, 1984)
Siput ini merupakan salah satu spesies dari Mollusca yang habitatnya di air tawar. Bentuk cangkangnya bulat spiral dengan ukuran yang cukup besar. Tekstur cangkangnya agak kasar. Bagian tubuhnya terdiri dari kepala, leher, dan kaki.  Sama halnya dengan Achatina fulica, pada bagian kepala Helix pomatia ini juga terdapat sepasang tentekel yang panjang dan yang pendek namun lebih panjang dari tentakelnya Achatina fulica. Tentakel yang panjang berfungsi sebagai alat penglihat dan yang pendek sepagai alat pembau. Bila ditempatkan di daerah yang kurang menguntungkan kepala dan tubuhnya akan disimpannya di dalam cangkangnya.
Tubuhnya terdiri atas kepala, leher, kaki, dan punuk, viceral (jerohan). Pada kepala terdapat sepasang tentakel yaitu : sepasang yang pendek sebagai alat pembau. Sepasang yang panjang sebagai alat pelihat. Dibawah kepala terdapat kelenjar mucosa yang membasahi kaki. Kakinya lebar dan pipih menyerupai alat untuk berjalan dan selalu basah. Kaki dan kepala dapat disimpandalam cangkok jika keadaan tidak mengizinkan. Cangkok yang spiral melindungi alat veceral yang terdiri atas : alat pencernaan, alat sirkulasi, alat respirasi, alat reproduksi. Mantel pembungkus seluruh tubuh dalam cangkok. Mantel tebal kecuali di daerah yang berbatasan dengan kaki. Mantel didaerah tersebut tipis dan membentuk leher yang tebal yang akan menghasilkan ekskresi untuk membuat cangkok dalam rangka untuk membesarkan diri. Di daerah tertentu krah tersebut mempunyai muara yang menuju ke ruang mantel dimana terdapat saluran respirasi. Anus terbuka di daerah seberang muara mantel. Sedang lubang genital terdapat di dekat kepala. Darah siput tidak berwarna, terdiri dari : plasma darah, butir-butir darah,.
Darah dari arteri kapiler ke vena kapiler melalui sinus, dari sinus pergi ke mantel, dinding tubuh dan dinding rongga mantel dimana darah mengambil oksigen dan melep[askan karbondioksida. Kemudian darah ke vena paru-paru, selanjutnya membawa darah ke auriculum dan akhirnya ke antriculum.


3. Anodonta grandis
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Pelecypoda
Ordo : Eulamellibranchia
Familia : Uniodidae
Genus : Anadonta
Spesies : Anodonta grandis
(Sumber: Hegner, 1968)
Jenis Mollusca ini merupakan kerang air tawar. Bentuknya lebar dengan garis-garis tubuhnya tampak. Tekstur tubuhnya licin. Warna cangkangnya ada garis-garis berwarna merah muda keunguan yang mengkilap. Hewan ini biasanya menguburkan diri dan dalam saat tertentu mereka pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan satu kaki yang dapat dijulurkan di sebelah anterior dari cangkok.
4. Cyprae tigris
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Mesogastropoda
Familia : Cypraeidae
Genus : Cypraea
Spesies : Cypraea tigris
(Sumber : Verma, 2002)
Jenis mollusca ini masuk dalam kelas gastropoda. Hewan ini berjalan dengan perutnya. Cangkangnya mempunyai  bentuk seperti helm dengan warna cangkang putih dengan bercak coklat yang lebih dominan dan mengkilap. Teksturnya permukaan cangkangnya licin.


5. Vepricardium fimbriatum
Klasifikasi:
Kingdom :  Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Eulamellibranchia
Familia : Carditidae
Genus : Vepricardium
Spesies : Vepricardium fimbriatum
(Sumber: Verma, 2002)
Kerang ini habitatnya di laut dan memiliki dua cangkang yang dihubungkan oleh engsel. Namun pada pengamatan hanya satu bagian saja. Warna cangkangnya krim dan teksturnya kasar. Garis-garis cangkangnya vertikal beraturan dan  bentuknya cukup besar. Spesies ini banyak ditemukan di laut.

6. Murex pectens
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Neogastropoda
Familia : Muricidae
Genus : Murex
Spesies : Murex pectens
(Sumber : Verma, 2002)
Sama halnya dengan Murex trapa, hewan ini habitatnya juga di laut. Bentuk tubuhnya sama dengan Murex trapa karena ia satu jenis. Hanya saja duri-duri yang terdapat pada bagian yang runcing lebih panjang dan tajam.


7. Murex trapa
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Neogastropoda
Familia : Muricidae
Genus : Murex
Spesies : Murex trapa
(Sumber : Verma, 2002)
Jenis Mollusca memiliki cangkang yang khas. Bentuk tubuhnya sangat khas. Pada pengamatan terlihat bagian cangkangnya seperti terdiri dari kepala yang bulat dan ekor yang runcing. Dengan di bagian tepinya terdiri dari duri-duri yang pendek. Teksturnya agak kasar. Spesies ini sering di temukan di laut.


8. Cymaticum murinicum
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Mesogastropoda
Familia : Cymatiidae
Genus : Cymaticum
Spesies : Cymaticum murinicum
(Sumber : Verma, 2002)
Hewan ini mempunyai bentuk tubuh bulat lonjong seperti kura-kura kecil. Warna cangkangnya kuning kecoklatan dengan garis-garis horizontal. Spesies ini banyak ditemukan di laut.


9. Terebra unduculata
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Prosobranchia
Familia : Terebridae
Genus : Terebra
Spesies : Terebra undulata
Sumber : Verma, 2002
Habitat dari hewan ini adalah di laut. Cangkangnya berbentuk kerucut spiral yang panjang. Berfungsi untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Tekstur cangkangnya licin.



10. Cyprae testudinaria
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Mesogastropoda
Familia : Cypraeidae
Genus : Cypraea
Spesies : Cypraea testudinaria
(Sumber : Verma, 2002)
Tekstur cangkang hewan ini licin dengan bentuk lonjong  seperti pepaya yang bagian ujungnya berbentuk spiral. Pada cangkangnya terdapat gambar zig zag berwarna coklat . Warna dasar cangkang adalah krem. Habitat di laut.


11. Thallum areola
Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Mesogastropoda
Familia : -
Genus : Thallum
Species : Thallum areola
(Sumber : Verma. 2002)
Thallum areola mempunyai cangkang bertekstur licin. Cangkangnya mempunyai warna putih dan ada bercak-bercak persegi berwarna coklat. Cangkangnya berbentuk hampir bulat dengan ujungnya agak meruncing.



12. Terebra conus
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Neogastropoda
Familia : Terebridae
Genus : Terebra
Spesies : Terebra cunus
(Sumber : Verma, 2002)
Pada pengamatan terdapat 2 macam Terebra conus, yaitu yang berwarna putih dan agak kekuningan. Tekstur permukaan cangkang tubuhnya licin dan mengkilap. Terebra berukuran sedang, siput laut predator, moluska gastropoda laut dalam keluarga Terebridae. Anggota genus ini tidak memiliki radula.

















VI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data, maka dapat disimpulkan:
1. Mollusca merupakan hewan bertubuh lunak dan memiliki cangkang. Ciri-ciri umum Phylum Mollusca adalah tidak bersegmen, tubuh simetri bilateral, triploblastik, tubuh lunak, dilindungi oleh pallium (mantel), dan hidup aquatik.
2. Mollusca habitatnya ada yang di darat, air tawar maupun di laut.
3. Bentuk morfologinya ada yang bulat, spiral dan ada yang lonjong.
4. Ciri-ciri morfologi dari bekicot adalah cangkangnya simetris bilateral, kepalanya jelas, mempunyai dua pasang tentakel, mempunyai mata di ujung tentakel yang panjang dan alat pembau pada tentakel pendek.
5. Mollusca berdasarkan simetri, kaki cangkok, mantel, insang dan sistem sarafnya terbagi atas lima kelas, yaitu : Amphineura, Gastropoda, Scapopoda, Cephalopoda, Pelecypoda.
















VII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim.A.2014.http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fc/Achatina_fulica_Thailand.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.B.2014.http://delta-intkey.com/britmo/images/tayp0201.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.C.2014.http://www.gastropods.com/Shell_Images/ThumbNails/T/TN_Terebra_venilia_holotype.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.D.2014.http://farm4.static.flickr.com/3090/2693846254_c667dc17a7.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.E.2014.http://www.biolib.cz/IMG/THN/_10149.jpg.Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.F.2014.http://www.idscaro.net/sci/01_coll/pics/gastro/muricidae/murex_pecten2.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.G.2104.http://www.idscaro.net/sci/01_coll/pics/gastro/muricidae/murex_trapa.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.H.2014.http://webspace.webring.com/people/rm/malacfoss/bursanodosa.JPG. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.I.2014.http://www.schnr-specimen-shells.com/35747.JPG. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.J.2014.http://www.b52.be/images/Decors/Plage/Cypraea-Testudinaria.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.K.2014.http://webspace.webring.com/people/rm/malacfoss/bursanodosa.JPG. Diakses tanggal 12 April 2014.
Anonim.L.2014.http://www.eurasiashells.net/Conidae/Conus_terebra_62-5.jpg. Diakses tanggal 12 April 2014.
Halang, Bunda. dkk. 2014. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin.
Hegner, Robert.W. & Joseph G.Engemann. 1968. Invertebrates Zoologi. The Macmillan Company Collier-Macmilllan Limited : London.
Jasin, Maskoeri. 1984. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya.
Radiopoetra. 1968. Zoologi. Erlangga : Jakarta.
Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Alfabeta: Ciamis.
Verma, PS. 2002. A Manual of Practical Zoology Invertebrata. S. Chand    and Company LTD. New Delhi.